Derek Eot Girder Tunggal
Deskripsi Produk
Derek EOT girder tunggal adalah solusi penanganan material yang efisien dan andal yang dirancang untuk berbagai aplikasi industri. Derek ini ideal untuk operasi yang memerlukan pengangkatan dan pemindahan beban berat dengan presisi, kecepatan, dan keamanan.
Konfigurasi girder tunggal derek EOT girder tunggal memastikan struktur yang ringan dan hemat ruang, sehingga cocok untuk fasilitas dengan ruang kepala terbatas. Derek EOT girder tunggal adalah cmampu menangani beban mulai dari 1 ton hingga 20 ton, tergantung pada penyesuaian. Ini sangat ideal untuk pabrik, gudang, bengkel, dan fasilitas pemeliharaan. Derek EOT girder tunggal adalah edilengkapi dengan mekanisme pengangkatan yang canggih, memastikan pengangkatan yang mulus dan efisien.
Derek EOT girder tunggal dibuat menggunakan baja berkualitas tinggi dan komponen kokoh untuk kinerja jangka panjang. Derek EOT girder tunggal kami mematuhi standar internasional (seperti ISO, FEM, dan DIN) untuk memastikan keselamatan, keandalan, dan kinerja. Dengan teknik canggih dan solusi khusus, kami memenuhi beragam kebutuhan industri.
Komponen Inti: Mesin, Bantalan, Gearbox, Motor, Gear
Tempat Asal: Henan, Cina
Garansi: 1 Tahun
Berat (KG):3000kg
Inspeksi keluar video: Disediakan
Laporan Uji Mesin: Disediakan
Jenis: Derek Eot Girder Tunggal
Jenis Girder: Girder Penyanyi
Warna: Warna yang Disesuaikan Dapat Diterima
Bahan: Q235B
MOQ:1 Set
Penggunaan: Mengangkat Kargo
Kecepatan:0.5-8m/mnt

Gambar & Komponen
1. Balok utama
1) Balok utama derek EOT (Electric Overhead Traveling) gelagar tunggal merupakan komponen penting struktur derek yang menopang seluruh sistem penahan beban. Biasanya dirancang untuk membawa beban kerekan dan troli serta menahan tekanan yang dihadapi selama pengoperasian.
2) Balok utama biasanya terbuat dari balok-I, gelagar kotak, atau balok rangka. Balok ini membentang sepanjang derek dan menghubungkan kedua ujung truk (atau rel). Desain balok harus mengakomodasi kapasitas angkat, panjang bentang, dan kondisi pengoperasian derek.
3) Balok utama membawa beban dari unit hoist, yang meliputi pengait, troli, dan material yang diangkat. Balok utama juga menopang troli crane, yang bergerak sepanjang balok, seiring mekanisme hoist menaikkan atau menurunkan beban. Balok utama harus dirancang untuk meminimalkan defleksi di bawah beban untuk memastikan kelancaran pengoperasian dan keselamatan. Balok harus dirancang untuk menopang beban maksimum yang akan diangkat derek. Panjang antara kedua ujung truk, yang mempengaruhi desain dan kekuatan balok.

Sistem Pengangkatan
Sistem pengangkat crane EOT (Electric Overhead Traveling) girder tunggal dirancang untuk penanganan material di berbagai aplikasi industri, terutama di pabrik, gudang, dan tempat pengiriman.
Girder Tunggal:
Derek memiliki struktur gelagar tunggal (balok horizontal tunggal) yang membentang sepanjang ruang kerja.
Balok tersebut ditopang oleh truk ujung di kedua sisinya, yang bergerak di sepanjang rel kereta api di bagian atas gedung atau fasilitas.
Kerekan:
Kerekan adalah mekanisme pengangkatan derek dan biasanya mencakup:
Motor listrik untuk tenaga.
Tali kawat atau rantai untuk mengangkat beban.
Drum atau roda rantai untuk memutar media pengangkat.
Kait atau alat pengangkat lainnya untuk membawa beban.
Kerekan dipasang langsung pada gelagar atau pada sistem troli yang berjalan di sepanjang gelagar untuk mengatur posisi beban.
Troli:
Troli bergerak sepanjang gelagar, membawa kerekan. Hal ini digerakkan oleh motor listrik, yang memungkinkan gerakan horizontal sepanjang rentang derek.
Troli memastikan posisi kerekan yang tepat di area kerja.
Truk Akhir:
Truk ujung dipasang di kedua ujung gelagar, memungkinkan seluruh struktur derek bergerak di sepanjang rel landasan yang dipasang pada dinding atau kolom bangunan.
Truk ujung berisi roda dan motor yang menggerakkan perjalanan horizontal derek.
Sistem Kontrol:
Derek biasanya memiliki sistem kendali yang dapat dioperasikan dengan liontin berkabel, kendali jarak jauh nirkabel, atau kabin kendali. Sistem ini memungkinkan operator untuk mengontrol:
Gerakan vertikal (menaikkan dan menurunkan) hoist.
Pergerakan horizontal (melintasi sepanjang girder dan sepanjang runway).
Sistem kendalinya bisa manual atau otomatis tergantung aplikasi dan kebutuhan.
Catu Daya:
Derek perjalanan overhead listrik biasanya beroperasi menggunakan tenaga listrik yang disuplai melalui rel konduktor, gulungan kabel, atau cincin selip yang mengirimkan daya ke derek saat bergerak di sepanjang jalurnya.
Kapasitas angkat dan kebutuhan tenaga lainnya bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis crane.
Fitur Keamanan:
Pembatas beban berlebih, tombol berhenti darurat, sistem anti goyangan, dan mekanisme keselamatan lainnya sering kali diintegrasikan ke dalam derek untuk memastikan pengoperasian sistem pengangkatan yang aman.

3.Akhirpengangkutan
Pengangkutan ujung derek EOT (Electric Overhead Traveling) gelagar tunggal mengacu pada struktur di kedua ujung jembatan derek yang menopang roda dan memungkinkan derek bergerak di sepanjang jalurnya. Ini adalah bagian penting dari keseluruhan desain derek, memastikan stabilitas dan kelancaran pergerakan selama pengoperasian.
Rangka gerbong ujung umumnya terbuat dari baja berkekuatan tinggi untuk memastikannya dapat menahan tekanan dan beban selama pengoperasian derek. Rangka ini menghubungkan roda ke jembatan derek, memberikan dukungan struktural.
Biasanya, gerbong ujung memiliki dua set roda, satu di setiap ujungnya. Roda ini berjalan di atas rel atau rel, sehingga derek dapat bergerak secara horizontal. Roda biasanya terbuat dari baja tempa atau besi tuang dan dirancang untuk menangani beban berat.
Dalam beberapa kasus, salah satu gerbong ujung mungkin memiliki sistem penggerak bermotor (dengan motor roda gigi), yang menyediakan tenaga untuk gerakan horizontal derek. Sistem penggerak sering kali mencakup kopling, rem, dan girboks.
Gerbong ujung membantu mendistribusikan beban secara merata ke seluruh derek, memastikan pengoperasian yang seimbang. Gerbong ini menopang berat jembatan derek dan beban yang diangkut, memastikan bahwa derek bergerak dengan aman dan lancar melintasi landasan. Ini memfasilitasi pergerakan horizontal derek dengan membiarkannya berjalan di sepanjang rel di atas kepala.

4. Mekanisme perjalanan derek
1) Prinsip operasi
Mekanisme perjalanan derek pada derek EOT (Electric Overhead Traveling) girder tunggal bertanggung jawab atas pergerakan horizontal seluruh derek di sepanjang balok landasan. Prinsip pengoperasiannya melibatkan beberapa komponen utama yang bekerja sama untuk menghasilkan gerakan yang mulus dan terkontrol.
Mekanisme perjalanan derek pada derek EOT girder tunggal merupakan komponen penting yang memungkinkan pergerakan horizontal di sepanjang landasan. Ini melibatkan sistem motor, roda gigi, roda, dan sistem kontrol yang terkoordinasi untuk memastikan pergerakan derek yang tepat dan aman ke arah yang diinginkan, sekaligus membawa dan memposisikan beban secara efisien.
2) Karakteristik fungsional
Pergerakan Derek Sepanjang Jembatan: Mekanisme perjalanan bertanggung jawab atas pergerakan horizontal derek pada balok atau rel landasan pacu. Ini menggerakkan jembatan derek dalam arah memanjang (dari satu ujung bengkel atau area ke ujung lainnya), yang penting untuk mencakup seluruh area ruang kerja.
Sistem Penggerak: Biasanya, derek digerakkan oleh motor listrik yang dihubungkan ke roda, yang dipasang di ujung gelagar derek. Motor menggerakkan roda yang memutar dan menggerakkan derek di sepanjang lintasan. Penggeraknya sering kali melalui sistem gigi reduksi untuk mengontrol kecepatan dan torsi.
Kontrol Kecepatan: Mekanisme perjalanan memungkinkan penyesuaian kecepatan gerakan derek. Derek dapat beroperasi pada kecepatan berbeda tergantung pada beban dan kebutuhan operasional. Hal ini dapat dicapai melalui penggerak frekuensi variabel (VFD), yang memungkinkan kontrol kecepatan dan arah secara halus dan tepat.
Mekanisme Pengereman: Sistem pengereman yang andal sangat penting untuk mekanisme perjalanan. Rem digunakan untuk menghentikan derek dengan aman ketika mencapai posisi yang diinginkan atau dalam keadaan darurat. Pengereman biasanya dilakukan dengan menggunakan rem cakram atau tromol, dengan mekanisme pengaman kegagalan otomatis untuk keselamatan tambahan.
Penyelarasan Lintasan dan Roda: Penyelarasan dan pemeliharaan rel landasan pacu dan roda derek yang tepat sangat penting untuk kelancaran pergerakan. Ketidaksejajaran dapat menyebabkan keausan berlebihan, peningkatan konsumsi daya, dan pengoperasian yang tidak aman. Mekanisme perjalanan derek bergantung pada panduan rel yang tepat untuk menjaga stabilitas selama pengoperasian.
Distribusi Beban: Mekanisme perjalanan harus memastikan distribusi beban yang seragam di antara roda untuk menghindari beban berlebih pada roda atau motor tertentu. Hal ini membantu menjaga integritas struktural derek dan memastikan keseimbangan pergerakan.
5. Mekanisme perjalanan troli
Mekanisme perjalanan troli pada derek Electric Overhead Traveling (EOT) gelagar tunggal merupakan komponen penting yang memungkinkan troli pengangkat derek bergerak sepanjang gelagar derek.
Bingkai Troli
Tujuan: Rangka troli adalah struktur yang menopang kerekan dan dipasang pada gelagar derek. Biasanya dirancang dengan roda yang dipasang di sepanjang balok atau lintasan derek.
Bahan: Biasanya terbuat dari baja untuk menangani beban berat dan memberikan integritas struktural.
Roda Perjalanan
Tujuan: Troli bergerak sepanjang gelagar derek dengan cara menggelinding pada rel yang dipasang di bagian atas gelagar. Roda ini dilengkapi dengan bantalan dan umumnya terbuat dari baja berkekuatan tinggi agar tahan terhadap keausan.
Desain: Roda dirancang untuk menangani beban radial dan aksial sekaligus memastikan kelancaran pergerakan troli.
Motor
Motor Penggerak: Troli digerakkan oleh motor listrik, biasanya dengan sistem reduksi diarahkan untuk menghasilkan torsi yang diperlukan untuk menggerakkan troli. Motor dipasang pada rangka troli dan meneruskan gerak ke roda melalui poros dan roda gigi.
Kontrol Kecepatan: Kecepatan troli dikontrol menggunakan penggerak frekuensi variabel (VFD) atau sistem serupa, sehingga akselerasi dan deselerasi dapat dilakukan dengan mulus.
kotak roda gigi
Tujuan: Gearbox mengubah keluaran motor listrik berkecepatan tinggi menjadi torsi yang diperlukan untuk menggerakkan troli. Seringkali terdapat rasio reduksi untuk memastikan troli bergerak pada kecepatan yang benar, yang biasanya lambat dan dikontrol untuk penanganan yang presisi.
Sistem Rel/Jalur
Tujuan: Gelagar derek biasanya memiliki lintasan (rel) tempat roda troli bergerak. Track ini disejajarkan secara presisi untuk meminimalkan ketidaksejajaran atau keausan yang tidak merata, sehingga memastikan kelancaran pengoperasian.
Desain: Rel biasanya dipasang pada flensa atas gelagar agar roda dapat berjalan.
Akhiri Gerbong
Tujuan: Rangka troli ditopang oleh gerbong ujung, yang dipasang di setiap ujung gelagar. Gerbong ujung menampung roda dan mekanisme penggerak, dan memungkinkan troli bergerak di sepanjang gelagar.
Desain: Gerbong ujung dirancang untuk menahan beban troli dan beban yang diangkat.
6. Roda derek
Roda derek adalah komponen penting dari derek EOT (Electric Overhead Traveling) gelagar tunggal. Ini memainkan peran penting dalam mendukung dan memfasilitasi pergerakan crane di sepanjang landasan.
Tujuan Roda Derek:
Dukungan dan Mobilitas: Roda derek menopang seluruh berat derek, kerekan, dan beban yang diangkat. Mereka memungkinkan derek untuk bergerak di sepanjang balok landasan (rel).
Pergerakan di Rel: Roda dipasang pada gerbong ujung, yang dihubungkan ke gelagar. Derek bergerak secara horizontal di sepanjang rel dengan bantuan roda-roda ini.
Jenis Roda Derek:
Profil Tapak: Profil tapak roda dirancang agar sesuai dengan bentuk rel, memastikan pergerakan mulus dan mengurangi keausan. Profil umum mencakup tapak datar, meruncing, atau berbentuk kerucut.
Bahan: Roda derek biasanya terbuat dari baja atau paduan berkekuatan tinggi, seringkali dengan permukaan yang diberi perlakuan panas untuk menahan keausan dan meningkatkan umur panjang.
Ukuran Roda: Ukuran dan jumlah roda bergantung pada kapasitas muatan crane, lebar landasan pacu, dan kebutuhan operasional.

Kait Derek
Kait derek adalah komponen penting dari derek EOT (Electric Overhead Traveling) girder tunggal, yang bertanggung jawab untuk mengangkat dan menahan beban dengan aman selama pengoperasian derek.
Fitur Utama Kait Derek untuk Derek EOT Girder Tunggal:
Desain:Biasanya, derek EOT girder tunggal menggunakan desain kait tunggal, cocok untuk kapasitas pengangkatan sedang. Kait sering kali dibuat dari baja berkekuatan tinggi untuk memastikan daya tahan dan keandalan.
Kapasitas:Crane EOT girder tunggal biasanya dirancang untuk beban ringan hingga sedang, dengan kapasitas kait derek mulai dari 1 ton hingga 20 ton.
Fitur Keamanan:
Dilengkapi dengan kait pengaman untuk mencegah tergelincirnya beban secara tidak sengaja.
Mematuhi standar keselamatan internasional seperti DIN, BS, atau ISO untuk keselamatan operasional.
Bahan:
Diproduksi menggunakan baja paduan atau baja karbon untuk kapasitas menahan beban tinggi dan ketahanan terhadap keausan.
Diperlakukan panas untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan.

Motor
Motor derek EOT (Electric Overhead Traveling) gelagar tunggal merupakan komponen kunci dalam menyediakan tenaga mekanis untuk memindahkan beban derek. Derek ini biasanya digunakan untuk mengangkat dan mengangkut material berat di industri seperti manufaktur, gudang, dan lokasi konstruksi.
Tipe Motor:
Motor Induksi Sangkar Tupai: Biasa digunakan karena keandalannya, biaya rendah, dan kebutuhan perawatan yang rendah.
Motor Induksi Slip Ring: Digunakan ketika torsi awal yang lebih tinggi diperlukan.
Catu Daya:
Motor biasanya beroperasi pada daya AC tiga fase. Tegangannya biasanya 380-415V, 50Hz atau 60Hz, bergantung pada wilayahnya.
Sistem Kontrol:
VFD (Penggerak Frekuensi Variabel): Memungkinkan start dan penghentian yang mulus, kontrol kecepatan, dan efisiensi energi.
DOL (Direct Online) atau Star-Delta: Metode start untuk crane yang lebih kecil, bergantung pada rating motor.
Kapasitas Beban:
Kapasitas motor tergantung pada kapasitas angkat crane dan kecepatan operasional. Misalnya, motor untuk derek EOT girder tunggal biasanya berkisar antara 1 hingga 30 kW.

.
Sistem alarm suara dan cahaya & saklar batas
1) Sistem alarm suara dan cahaya
Sistem alarm suara dan cahaya pada derek single girder EOT (Electric Overhead Traveling) merupakan fitur keselamatan penting yang digunakan untuk memperingatkan personel di sekitar pengoperasian derek. Sistem ini memberikan peringatan pendengaran dan visual untuk memastikan keselamatan operator dan pekerja di sekitar, terutama di lingkungan dengan tingkat kebisingan tinggi atau di mana jarak pandang mungkin terganggu.
Alarm Suara (Klakson/Buzzer):
Biasanya, klakson atau bel digunakan untuk menghasilkan suara yang keras dan menarik perhatian. Hal ini dapat dipicu pada berbagai tahap pengoperasian derek, seperti:
Sebelum derek mulai bergerak.
Saat derek mendekati area yang berpotensi berbahaya.
Saat sedang bergerak, terutama saat mengangkat atau menurunkan beban berat.
Jika ada malfungsi atau kegagalan.
Alarm suara membantu memperingatkan pekerja di sekitar agar menjauhi jalur derek.
Alarm Lampu (Lampu Berkedip atau Lampu Strobo):
Lampu berkedip atau lampu strobo biasanya dipasang pada struktur derek. Cahaya ini menghasilkan sinyal visual yang terang dan berkedip-kedip yang dapat dilihat dari kejauhan.
Ini dapat beroperasi bersama dengan alarm suara atau secara mandiri, tergantung pada aplikasi dan lingkungan.
Warna umum termasuk merah untuk peringatan atau bahaya, dan kuning atau kuning untuk peringatan.
2) Sakelar batas
Sakelar batas pada derek EOT (Electric Overhead Traveling) girder tunggal memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan dan berfungsinya derek. Ini adalah perangkat keselamatan yang membantu mencegah derek bergerak melampaui batas yang ditentukan.
Perlindungan Akhir Perjalanan: Sakelar batas digunakan untuk mencegah derek atau troli bergerak melewati akhir jangkauan perjalanannya, menghindari kerusakan mekanis atau kelebihan beban yang berbahaya.
Mekanisme Keamanan: Jika troli atau kerekan derek mencapai ujung jalurnya, sakelar batas secara otomatis mengirimkan sinyal untuk menghentikan motor, mencegah gerakan lebih lanjut ke arah tersebut. Hal ini membantu mencegah kecelakaan dan mengurangi keausan pada komponen derek.
Kontrol Mekanisme Hoist: Sakelar batas memastikan bahwa hoist tidak menaikkan atau menurunkan kait melampaui batas keselamatan, menghindari kerusakan kabel atau beban berlebih pada derek.
Mencegah Kelebihan Beban: Beberapa sakelar batas juga membantu mencegah derek melebihi kapasitas muatannya, sehingga memastikan pengoperasian yang aman.

10.Perangkat Keamanan
1. Pembatas Kelebihan Beban
Fungsi: Mencegah derek mengangkat beban yang melebihi kapasitas tetapannya, membantu menghindari kerusakan pada derek dan mengurangi risiko kecelakaan.
Pengoperasian: Jika beban melebihi batas yang ditetapkan, pembatas beban berlebih akan secara otomatis menghentikan mekanisme pengangkatan.
2. Sakelar Batas
Fungsi: Mengontrol pergerakan troli, kerekan, dan pengait derek untuk memastikan tidak melebihi batas pengoperasian amannya.
Pengoperasian: Sakelar batas menghentikan atau membalikkan gerakan derek pada titik yang telah ditentukan, mencegah pengait mengenai ujung pemberhentian dan menyebabkan kerusakan mekanis.
3. Tombol Berhenti Darurat
Fungsi: Memungkinkan operator untuk segera menghentikan derek jika terjadi keadaan darurat.
Pengoperasian: Tombol ini memutus aliran listrik ke semua pergerakan derek dan biasanya dipasang di lokasi yang menonjol pada panel operator.
4. Perangkat Anti Tabrakan
Fungsi: Mencegah crane bertabrakan dengan crane lain atau rintangan yang dilaluinya.
Pengoperasian: Sensor mendeteksi potensi tabrakan dan menghentikan atau memperlambat derek untuk menghindari benturan.
5. Klakson dan Lampu Sinyal
Fungsi: Memperingatkan personel di sekitar mengenai pergerakan derek, terutama ketika derek sedang bergerak di area terlarang atau sibuk.
Pengoperasian: Klakson atau lampu berkedip diaktifkan untuk menandakan pergerakan crane.
6. Pembatas Gerakan
Fungsi: Mencegah hoist dan troli bergerak melampaui batas aman, memastikannya tidak melampaui jangkauan yang dirancang.
Pengoperasian: Sensor atau penghentian mekanis akan membatasi pergerakan kerekan atau troli, sehingga mencegah pergerakan berlebihan.
7. Sistem Penangkapan Jatuh
Fungsi: Melindungi operator crane dan petugas pemeliharaan agar tidak terjatuh saat bekerja di ketinggian.
Pengoperasian: Sistem penahan jatuh dapat mencakup tali pengaman, tali pengikat, dan perlengkapan pelindung lainnya yang mengamankan personel pada struktur stabil di derek.
8. Sistem Pengereman
Fungsi: Menghentikan derek agar tidak bergerak secara tidak sengaja dan menghentikannya dengan aman jika terjadi pemadaman listrik atau keadaan darurat.
Pengoperasian: Rem biasanya diaktifkan secara otomatis jika derek mendeteksi hilangnya daya atau jika operator melepaskan kendali.
9. Sistem Indikator Beban
Fungsi: Memberikan umpan balik secara real-time kepada operator tentang beban beban yang diangkat.
Pengoperasian: Sistem ini mencakup sel beban dan indikator yang menunjukkan beban saat ini, membantu operator menghindari beban berlebih pada derek.
10. Kait Pengaman
Fungsi: Mencegah beban terjatuh secara tidak sengaja dari pengait.
Pengoperasian: Kait pengaman mengamankan beban pada pengait selama operasi pengangkatan dan mencegah pelepasan yang tidak disengaja.
11. Perlindungan Kegagalan Daya
Fungsi: Mencegah derek bergerak secara tiba-tiba atau tidak terkendali jika terjadi pemadaman listrik.
Pengoperasian: Sistem ini dapat mencakup catu daya cadangan atau sistem pengereman untuk menahan beban dengan aman di tempatnya selama gangguan listrik.
11.Mode Kontrol
1. Kontrol Liontin:
Deskripsi: Operator mengendalikan derek melalui stasiun kendali gantung yang dihubungkan dengan kabel ke derek. Liontin memiliki tombol atau sakelar untuk pergerakan dan penanganan beban.
Kelebihan: Sederhana, murah, dan mudah dioperasikan.
Kekurangan: Operator dibatasi oleh panjang kabel, dan tidak ada fleksibilitas untuk mengendalikan derek dari lokasi berbeda.
2. Kendali Jarak Jauh Radio:
Deskripsi: Mode ini menggunakan perangkat genggam nirkabel, yang memungkinkan operator mengendalikan derek dari jarak jauh, sering kali dari mana saja dalam jangkauan operasional derek.
Kelebihan: Memberikan lebih banyak fleksibilitas dibandingkan kontrol liontin, sehingga memungkinkan operator bekerja di lokasi berbeda. Ini lebih aman bagi operator, karena mereka dapat menjauhi jalur muatan.
Kekurangan: Biaya awal lebih tinggi, dan potensi gangguan sinyal atau hilangnya koneksi.
3. Kontrol Kabin (Kabin Operator):
Deskripsi: Derek memiliki kabin operator yang dipasang pada struktur derek, dimana operator dapat duduk atau berdiri sambil mengendalikan derek. Hal ini biasa terjadi pada derek yang lebih besar atau yang digunakan dalam aplikasi industri berat.
Kelebihan: Nyaman bagi operator, dengan kontrol penuh atas pergerakan crane dan penanganan beban.
Kekurangan: Membutuhkan lebih banyak ruang dan mungkin lebih mahal untuk dipasang. Operator terbatas pada pandangan kabin dan memerlukan tindakan keselamatan tambahan seperti kamera atau kaca spion.
4. Kontrol Otomatis (Kontrol Terprogram atau Otomatis):
Deskripsi: Dalam konfigurasi yang lebih canggih, derek dapat diprogram untuk mengikuti jalur tertentu, mengangkat dan mengangkut beban secara otomatis berdasarkan instruksi yang telah ditentukan sebelumnya.
Kelebihan: Mengurangi kesalahan manusia dan meningkatkan efisiensi dalam tugas yang berulang. Ini sering digunakan di gudang otomatis dan sistem penanganan material.
Kekurangan: Mahal dan memerlukan perangkat lunak dan sistem sensor yang canggih.
5. Kontrol Joystick:
Deskripsi: Sistem joystick dapat digunakan dengan liontin atau sebagai bagian dari pengaturan kontrol kabin. Operator mengontrol pergerakan derek menggunakan joystick yang menerjemahkan gerakan tangan menjadi tindakan derek.
Kelebihan: Menyediakan mekanisme kontrol yang halus dan intuitif, mengurangi kelelahan dan meningkatkan akurasi.
Kekurangan: Biayanya mahal jika ditambahkan ke sistem yang sudah ada, dan beberapa operator mungkin memerlukan pelatihan untuk menggunakannya secara efisien.
6. Kontrol Hibrid (Kombinasi Mode):
Deskripsi: Mode ini memungkinkan derek dikendalikan menggunakan kombinasi metode di atas. Misalnya, dapat dioperasikan dengan kendali liontin dalam beberapa situasi, sementara kendali jarak jauh atau kendali kabin digunakan pada situasi lain.
Kelebihan: Menawarkan fleksibilitas dan memungkinkan mode operasional yang berbeda tergantung pada tugasnya.
Kekurangan: Mungkin memerlukan sistem kontrol dan pelatihan operator yang lebih kompleks.

12. Sketsa

Teknis utama

Keuntungan
Hemat Biaya: Biaya awal lebih rendah: Derek girder tunggal umumnya lebih murah dibandingkan derek girder ganda karena desainnya yang lebih sederhana dan bahan yang lebih sedikit.
Mengurangi biaya pemeliharaan: Dengan lebih sedikit komponen, pemeliharaan biasanya tidak terlalu rumit dan lebih murah.
Desain Ringkas:Desain derek girder tunggal memungkinkan sistem yang lebih kompak, yang bermanfaat saat bekerja di ruangan yang lebih kecil atau saat ruang kepala terbatas.
Ringan: Derek girder tunggal memiliki rangka yang lebih ringan dibandingkan derek girder ganda, yang dapat membantu mengurangi beban pada struktur bangunan, memerlukan lebih sedikit perkuatan dan menawarkan penghematan biaya konstruksi.
Efisiensi Energi: Karena konstruksinya yang lebih ringan dan desainnya yang lebih sederhana, derek girder tunggal sering kali memerlukan lebih sedikit daya untuk beroperasi, sehingga meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.
Pemasangan Mudah: Derek girder tunggal lebih mudah dan cepat dipasang, sehingga membantu mengurangi waktu henti dan biaya pemasangan untuk sistem baru.
Cocok untuk Beban Ringan: Derek ini ideal untuk menangani beban ringan hingga sedang, biasanya hingga 20-25 ton. Untuk beban yang lebih berat, derek girder ganda mungkin lebih sesuai, namun untuk tugas yang lebih ringan, derek girder tunggal seringkali lebih dari cukup.
Serbaguna dan Dapat Disesuaikan: Derek girder tunggal dapat disesuaikan untuk memenuhi persyaratan spesifik dalam hal bentang, tinggi pengangkatan, dan kapasitas beban. Mereka juga dapat dilengkapi dengan berbagai aksesori, seperti kerekan, troli, dan kontrol, untuk fleksibilitas yang lebih baik.
Mengurangi Kebutuhan Ruang Kepala: Derek girder tunggal memerlukan ruang kepala yang lebih sedikit dibandingkan dengan derek girder ganda, sehingga ideal untuk pemasangan di area dengan ruang vertikal terbatas.
Lebih Baik untuk Aplikasi Kecepatan Rendah hingga Sedang: Derek girder tunggal sangat cocok untuk pergerakan yang lebih lambat dan lebih jarang, sehingga ideal untuk banyak aplikasi gudang, bengkel, atau manufaktur ringan.
Pengoperasian yang Lebih Sederhana: Karena strukturnya yang tidak terlalu rumit, derek girder tunggal lebih mudah dioperasikan dan dikendalikan, menjadikannya pilihan populer bagi pengguna dengan pengalaman pengoperasian derek minimal.
Aplikasi
1. Fasilitas Gudang dan Penyimpanan
Penanganan Material: Derek EOT girder tunggal ideal untuk memindahkan material berat atau besar di dalam gudang, seperti palet, kotak, atau bahan mentah.
Bongkar muat: Digunakan untuk memuat dan menurunkan barang dari truk atau kontainer pengiriman di gudang dan tempat penyimpanan.
2. Jalur Manufaktur dan Perakitan
Bantuan Lini Produksi: Derek ini digunakan untuk mengangkut suku cadang atau produk di sepanjang jalur perakitan di pabrik.
Penanganan Alat Berat: Dalam industri seperti otomotif atau pengerjaan logam, derek ini membantu memindahkan komponen besar seperti mesin, rangka, dan sasis.
3. Konstruksi dan Rekayasa
Persiapan Lokasi: Derek EOT girder tunggal dapat memindahkan material konstruksi seperti balok baja, balok beton, dan material berat lainnya di sekitar lokasi konstruksi.
Bahan Pra-fabrikasi: Dapat digunakan untuk memposisikan komponen bangunan pra-fabrikasi untuk perakitan.
4. Industri Baja
Menangani Gulungan dan Pelat Baja: Di pabrik baja, derek ini digunakan untuk mengangkat dan memindahkan gulungan, pelat, dan batang baja berat selama tahap produksi dan pemrosesan.
Operasi Pengecoran: Derek EOT girder tunggal digunakan di pabrik pengecoran untuk menangani logam cair, cetakan, dan produk jadi.
5. Pembangkit Listrik
Pemeliharaan Peralatan: Derek girder tunggal digunakan untuk mengangkat dan memindahkan peralatan pembangkit listrik, seperti turbin, generator, dan trafo, selama operasi instalasi dan pemeliharaan.
Penanganan Bahan Bakar: Derek ini juga digunakan untuk mengangkut bahan bakar atau material curah lainnya di dalam pabrik.
6. Galangan Kapal
Penanganan di Sisi Dermaga: Di galangan kapal, crane ini digunakan untuk mengangkut komponen berat untuk pembuatan kapal, seperti baling-baling, bagian lambung kapal, dan potongan besar lainnya.
Pemeliharaan dan Perbaikan: Mereka dapat membantu mengangkat komponen kapal untuk diperbaiki atau diganti.
7. Pertambangan dan Penggalian
Pengangkutan Material: Derek EOT girder tunggal digunakan untuk mengangkut mineral, bijih, dan batuan yang diekstraksi di dalam lokasi penambangan atau ke tempat penimbunan.
Memuat dan Membongkar Peralatan Pertambangan: Mereka membantu membongkar mesin pertambangan berat atau memindahkan peralatan untuk pemeliharaan.
8. Pertanian dan Pengolahan Pangan
Menangani Biji-bijian atau Bahan Mentah: Derek ini dapat digunakan di silo dan gudang untuk mengangkat tas atau wadah berisi biji-bijian, benih, atau produk pertanian lainnya.
Pabrik Pengolahan: Di pabrik pengolahan makanan, mereka memindahkan bahan mentah atau produk jadi melalui berbagai tahap produksi.
9. Penanganan Material di Pabrik Kimia
Pengangkutan Bahan Kimia: Derek girder tunggal digunakan di pabrik kimia untuk menangani wadah atau drum berisi bahan kimia, sehingga memfasilitasi pergerakan yang aman di seluruh fasilitas.
Menangani Bahan Berbahaya: Derek ini dirancang untuk menangani bahan berbahaya atau sensitif dengan fitur keselamatan yang sesuai.
10. Infrastruktur Umum
Pemeliharaan di Metro atau Depo Kereta Api: Derek EOT girder tunggal digunakan di depo kereta api atau fasilitas pemeliharaan metro untuk menangani komponen kereta api, seperti roda, gandar, dan bagian lainnya.
Pemeliharaan Jembatan: Juga digunakan untuk memelihara dan memperbaiki infrastruktur jembatan, terutama di hub transportasi atau jalan layang.
Derekproduksi prosedur
1. Desain & Rekayasa
Analisis Persyaratan: Kumpulkan spesifikasi dari pelanggan, termasuk kapasitas beban, bentang, tinggi angkat, siklus tugas kerja, dan lingkungan pengoperasian.
Proses Desain: Gunakan perangkat lunak CAD untuk merancang derek EOT girder tunggal, dengan mempertimbangkan standar keselamatan seperti ISO, FEM, atau CMAA.
Perhitungan Struktural: Lakukan analisis beban dan hitung titik tegangan, batas defleksi, dan integritas struktur.
2. Pengadaan Bahan
Komponen Struktural: Pengadaan bagian baja (misalnya, balok-I, gelagar kotak) untuk gelagar, gerbong ujung, dan struktur pendukung.
Bagian Mekanik: Sumber kerekan, troli, roda gigi, bantalan, dan kopling.
Komponen Listrik: Dapatkan motor, panel kontrol, sakelar batas, kabel, dan kontrol nirkabel jika diperlukan.
Pengencang & Aksesori: Stok baut, mur, dan bahan las.
3. Fabrikasi
Konstruksi Gelagar:
Potong bagian baja sesuai ukuran dan siapkan permukaannya.
Las dan rakit gelagar sesuai desain, pastikan keselarasan dan penetrasi yang tepat.
Lakukan pengujian non-destruktif (NDT) untuk pengelasan, seperti pengujian ultrasonik atau partikel magnetik, untuk memastikan kualitas.
Akhiri Perakitan Pengangkutan:
Buat atau ambil gerbong akhir yang telah diproduksi sebelumnya dan pasang roda, bantalan, dan dudukan motor.
Permesinan:
Kerjakan semua permukaan yang menyatu (misalnya, untuk rel kereta api, dudukan roda) untuk mendapatkan presisi.
Perakitan Komponen:
Pasang kerekan dan troli ke gelagar.
4. Instalasi Sistem Kelistrikan
Pengkabelan: Pasang motor, sakelar batas, dan kabel sesuai diagram kontrol.
Perakitan Panel Kontrol: Menyambungkan dan mengkonfigurasi sistem kontrol, memastikan kompatibilitas dengan spesifikasi derek.
Pengujian: Verifikasi sambungan listrik untuk keamanan dan kinerja.
5. Perawatan Permukaan
Pembersihan: Sandblast atau bersihkan komponen derek untuk menghilangkan karat, kerak, atau minyak.
Pengecatan: Oleskan primer anti korosi dan lapisan atas (seringkali berwarna kuning atau oranye) yang sesuai untuk lingkungan kerja.
6. Jaminan & Pengujian Mutu
Pengujian Beban: Uji derek di bawah 125% dari beban tetapan untuk memastikan keamanan dan kinerja.
Pengujian Lendutan: Ukur defleksi pada beban penuh untuk memastikannya memenuhi spesifikasi desain.
Pengujian Operasional: Periksa semua gerakan (hoist, troli, dan jembatan) untuk kelancaran, kecepatan, dan kontrol.
Pemeriksaan Keamanan: Periksa sakelar batas, sistem penghentian darurat, dan mekanisme pengereman.
7. Pengepakan & Pengiriman
Pembongkaran: Jika perlu, bongkar derek menjadi beberapa bagian untuk memudahkan pengangkutan.
Pengemasan: Gunakan peti kayu, pembungkus pelindung, atau rangka baja untuk mencegah kerusakan selama pengiriman.
Dokumentasi: Berikan manual perakitan dan pemeliharaan terperinci, sertifikat pengujian, dan dokumen garansi.
8. Instalasi & Komisioning
Perakitan di Tempat: Pasang derek di fasilitas pelanggan, rakit dan amankan semua komponen.
Penyelarasan & Kalibrasi: Pastikan keselarasan gelagar, gerbong ujung, dan rel kereta api dengan benar.
Pengujian Akhir: Lakukan pengujian operasional penuh di lokasi untuk mengonfirmasi fungsionalitas dan kepatuhan.
9. Dukungan Purna Jual
Memberikan pelatihan bagi operator tentang penggunaan dan keselamatan derek.
Tawarkan jadwal perawatan dan pasokan suku cadang.

Tampilan bengkel:
Perusahaan telah memasang platform manajemen peralatan cerdas, dan telah memasang 310 set (set) robot penanganan dan pengelasan. Setelah rencana selesai, akan ada lebih dari 500 set (set), dan tingkat jaringan peralatan akan mencapai 95%. 32 jalur pengelasan telah digunakan, 50 direncanakan akan dipasang, dan tingkat otomatisasi seluruh lini produk telah mencapai 85%.





Tag populer: derek eot girder tunggal, produsen, pemasok, pabrik derek girder eot tunggal Cina
Berikutnya
EOT Derek GirderAnda Mungkin Juga Menyukai
Kirim permintaan























